Mengajarkan Nilai Kehidupan

“Belajar untuk hidup atau hidup untuk belajar”

Di zaman yang serba ingin cepat, serba persaingan dan juga ingin selalu terbaik, membuat kita lebih fokus kepada sesuatu yang mendukung untuk bisa lebih cepat, dapat bersaing dan menjadi yang terbaik. Orang lebih fokus kepada nilai daripada proses.

Melupakan bahwa proses yang baik dan terus dijaga menjadi baik akan menghasilkan nilai yang baik. Tetapi jika berfokus pada nilai sehingga akan dikejar hasil akhir yang sering melupakan proses. Orang menjadi lebih berpusat pada hasil, mengajar hasil, ingin selalu mendapat yang terbaik.

Orang hidup itu bisa saja naik dan turun, seperti kata pepatah “hidup itu seperti roda” maka dari itu marilah berfokus pada proses yang baik dan percaya akan hasil yang baik. Hasil yang baik tidak harus selalu terbaik. Terkadang kita mendapatkan yang tidak diharapkan tetapi itu tentunya menjadi hasil yang baik bagi kita, misal untuk belajar lagi atau akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik lagi nantinya.

Jadi belajarlah nilai-nilai kehidupan, bukan mengejar nilai-nilai mata pelajaran saja tetapi melupakan proses yang baik untuk menjadi baik. Lebih baik belajar membuang sampah pada tempatnya lebih dahulu daripada belajar berhitung.

Kemana Verboden & one-way

Sekarang ini sering dijumpai jalan satu arah (one-way) tetapi tetap diterobos menjadi 2 arah. Ini banyak dilakukan oleh maaf ya sepeda motor (fyi: saya juga pengendara sepeda motor). Tetapi saya paling gerah kalau ada jalan satu arah tetapi ada kendaraan dari arah berlawanan.

Demikian juga untuk Verboden (dilarang masuk), serperti tidak diindahkan, hanya pajangan. Tetap saja banyak kendaraan yang menerobos. Padahal kalau kita lihat ya, semua yang mempunyai SIM sudah pasti lolos tes mengenai rambu-rambu lalu lintas tetapi kenapa tetap saja tidak ditaati.

Jadi bagi ada yang membawa kendaraan dengan kelas lebih besar di jalan di negara tercinta ini, harus lebih berhati-hati termasuk jika melewati jalan one-way dan Verboden, tetap saja ada kemungkinan kendaraan yang melintas. Lebih baik waspada sendiri, daripada terjadi sesuatu maka kendaraan dengan kelas lebih besar akan mudah disalahkan. Ini hanya perasaan saya saja mungkin ya, tidak berlaku secara umum,

Integritas

“Ketika kita sudah punya kemampuan bukan berarti boleh melakukan apapun”

Sedang dibicarakan oleh banyak orang, ada satu pemimpin yang mampu mengumpulkan koalisi menjadi mayoritas sehingga seolah dia bisa melakukan apapun demi kemauannya. Dengan memiliki koalisi yang bisa diarahkan sehingga mungkin dia juga berpikir bisa melakukan apapun itu.

Ada sesuatu yang membatasi dalam tingkah laku kita dalam hidup bersama orang lain. Kesepakatan bersama bernama etika, adalah sesuatu yang tidak tertulis tetapi disepakati untuk kehidupan bersama yang lebih baik. Kemudian ada juga integritas yang membuat seseorang tetap berada di jalur yang benar baik dari sisi hukum maupun dari sisi etika tadi.

Jadi kebebasan dalam kehidupan bersama dibatasi oleh kebebasan orang lain juga. Artinya tetap menghormati sesama serta menjaga etika dengan pondasi integritas dari diri sendiri.

Olah raga lari

Olah raga yang paling murah harusnya adalah lari (dan juga jalan). Karena tidak diperlukan alat dan juga  tempat khusus. Yang diperlukan adalah kemauan saja. Lari bisa dimana saja dan kapan saja selama ada niatnya.  Untuk waktunya juga bisa pagi, siang (kalau mau), sore dan juga malam, asal ada niat yang kuat saja.

Pengalaman pribadi saya, untuk memulai lari diperlukan dorongan yang kuat, biasanya dalam bentuk target ikut perlombaan lari. Bisa Dari fun run, 5K lanjut 10K, yang penting dirasakan achievement yang incremental. Mendapat medali penamat pertama kali itu bisa menjadi motivasi di lomba berikutnya.

Dengan tren sekarang, dimana semua olah raga ada gear supaya lebih terlihat trendy. Demikian juga lari, Dari sepatu lari yang bermerk sampai jenis yang macam-macam. Kemudian jam tangan khusus pelari yang bisa melakukan tracking macam-macam. Trus, t-shirt dan short khusus lari yang dry fit atau yang cepat kering. Semua itu menjadi lari olah raga yang pricey.

Jadi kembali ke masing-masing niatnya untuk berolah raga supaya sehat atau supaya trendy. Kalau bisa sih sehat dan trendy itu lebih baik.

Ada pepatah, jangan melihat seberapa cepat anda lari, selama anda berlari; akan lebih cepat dari orang yang duduk di sofa 🙂

Selamat berolah raga!

Tablet untuk bekerja?

Apakah tablet itu bisa digunakan untuk bekerja? Tergantung jenis pekerjaannya. Kalau developer tentunya akan sulit melakukan coding di table android. Jika pekerjaan kita lebih banyak menulis mungkin masih bisa. Bagi para ilustrator juga mungkin bisa menggunakan tablet android untuk membuat karyanya.

Apakah kita bisa menggunakan tablet ini untuk menjalankan tantangan berupa menulis satu artikel tiap hari?

Tulisan ini dibuat dengan menggunakan Tablet Advan Sketsa 3, ditambah keyboard bawaannya yang dilengkapi dengan stylus. Untuk kenyamanan saya tambahkan Bluetooth mouse untuk pergerakan kursor yang lebih nyaman. Trackpad di keyboard bawaannya ini sangat sensitif kalau kesenggol, membuat kursor pergi seperti random.

Tulisan sebelum ini (di hari yg sama) dibuat menggunakan iPad (ditambahkan keyboard dan mouse Bluetooth)

Menulis Cerita Anak

Membaca cerita anak, kita sering merasa bahwa membuatnya mudah. Tetapi pernahkah mencoba mengarang cerita anak?

Cerita anak itu temanya sederhana, terkadang jalan ceritanya juga sederhana. Tetapi dibalik semua itu ternyata rumit. Kalau tidak biasa maka akan merasakan sekali bahwa membuat cerita untuk anak, kita harus berpikir seperti mereka. Bercerita seperti mereka, sebagai orang yang sudah dewasa, terkadang kita merasa pasti bisa karena pernah mengalamai masa menjadi anak-anak.

Pengalaman pribadi saya ternyata ini tidak mudah, banyak sekali yang harus dipelajari terutama dibagian plot cerita. Menjadikan cerita itu sederhana adalah sesuatu yang iteratif. Kegiatan yang dilakukan berulang karena saya adalah newbie. Menyederhanakan cerita dari jumlah kata 2000an menjadi 600an kata dengan tema yang masih sama dan pesan yang ingin diungkapkan tidak berubah adalah sesuatu yang sulit awalnya. Dengan iterasi akhirnya kita tahu dan bisa.

Sebagai individu, kita harus mencoba sesuatu yang baru supaya kita terus belajar.