Sekarang ini sedang marak bahwa pemerintah menggalakkan koperasi sampai di level Desa supaya bisa menggerakkan ekonomi. Saya belum membaca visi dan misi gerakan koperasi yang dilakukan oleh pemerintah, hanya mendengar dari podcast youtube, dari berita yang ada di media online.
Sepanjang pengetahuan saya, koperasi itu gerakan pemberdayaan yang muncul dari kelompok yang ingin sama-sama bertumbuh dan berdaya untuk menuju kesejahteraan bersama. Kesadaran ini muncul sebagai gerakan untuk saling menjaga dan bekerja sama untuk bertumbuh. Dengan adanya bantuan dari pihak luar tentunya akan membuat gerakan ini semakin kuat dan cepat memberikan hasil untuk anggotanya. Inti dari gerakan koperasi adalah kesadaran anggota untuk tumbuh bersama. Gerakan yang tumbuh dari bawah.
Menilik gerakan koperasi yang dilakukan oleh pemerintah sekarang ini cukup masif sampai level desa untuk membuat koperasi dengan segala kebutuhannya disiapkan oleh negara. Semua infrastruktur disiapkan termasuk anggaran untuk merealisasikan itu. Target dibentuk ribuan koperasi dengan waktu yang cukup singkat. Pertanyaannya, nanti anggotanya siapa? Bagaimana ini bertumbuh? Bagaimana ini semua dijaga (baca: aset, dll)? Kalau pendekatan dari atas kemudian turun ke bawah, bagaimana gerakan ini akan sesuai dengan kebutuhan anggota? Kembali ke semangat utama dari gerakan kerakyatan ini.
Dahulu sudah ada Koperasi Unit Desa (KUD) sampai level bawah, kenapa itu tidak berkembang? Hanya beberapa yang bisa tumbuh dan ada sampai sekarang, mengapa? Apakah adalah catatan/laporan atau apapun terkait ini? Dulu juga dicanangkan di level negara juga. Program pemerintah, yang masif juga. Kenapa sekarang seolah diulang kembali? Hal seperti ini yang membuat orang bertanya, apakah gerakan ini untuk rakyat atau untuk menyenangkan penggagas program, yang penting ada.
Kembali ke gerakan koperasi, secara tujuan sangat bagus sekali untuk menumbuhkan perekonomian rakyat. Tetapi jangan dilupakan caranya, jangan hanya mencari kuantitas tanpa melihat kualitas. Kalau kita lihat di daerah pasti banyak gerakan koperasi yang sudah berjalan dengan mandiri menurut kekuatan kelompok tersebut masing-masing. Contoh di Kalimantan Barat sudah ada jaringan koperasi yang sangat kuat bahkan jaringan tersebut terhubung dengan koperasi-koperasi yang ada di Pulau Jawa. Mengapa gerakan ini tidak difasilitasi dengan anggaran itu sehingga menjadi pengungkit gerakan yang sudah ada dan jelas memberikan manfaat kepada warga negara. Saya tidak tahu persis data yang ada, tentunya di setiap daerah ada koperasi (dalam bentuk apapun Credit Union atau BMT atau yg lain), yang sudah cukup berjalan dan memberikan kesejahteraan anggotanya. Itulah yang difasilitasi dengan dana-dana itu sehingga lebih mengungkit pertumbuhan dan memberikan manfaat lebih banyak lagi.
Kembali ke semangat koperasi berserikat dan berkumpul bersama menuju sejahtera dengan gerakan yang riil dan sesuai dengan kebutuhan anggota yang tersebut. Gerakan grown up yang tumbuh dari bawah, jelas akan dijaga dan dikembangkan. Tapi entahlah bagaimana para pemikir di pemerintahan bisa melakukan gerakan yang masif dan terlihat tidak jelas hasilnya. Semua jadi bertanya-tanya. Atau jangan-jangan yang melakukan ide ini tidak tahu esensi dari gerakan koperasi? Atau yang beride dan mengkonsep program ini belum pernah berkoperasi?
