Tahun Baru, Semangat Baru

Selamat Tahun Baru 2017! Semoga tahun ini lebih baik dari tahun lalu.

Resolusi. Apakah sudah membuat resolusi di tahun baru ini? Mari menulis lebih sering dan tidak putus tiap minggu sampai akhir tahun. Secara teori akan ada 52 tulisan baru di tahun ini. Let’s see in the end of the year.

Advertisements

Credit Union (CU) Mobile App

credit-union

Memberdayakan anggota untuk dapat menolong dirinya sendiri

Credit Union. Apa sih Credit Union? supaya lebih mudah, adalah sebuah koperasi (anggota yang berserikat dan berkumpul untuk mendapatkan manfaat bersama) dengan fokus pemberdayaan anggota untuk dapat menolong dirinya serta mengubah cara pandang atas kehidupan melalui pendidikan. Jadi kalau CU tidak memberikan banyak program pendidikan akan seperti koperasi pada umumnya yang akan cuma berorientasi pada simpan dan pinjam saja (uang semata).

Pemberdayaan Anggota. CU lebih fokus pada memberdayakan anggota dengan pendidikan. Orang akan berubah jika cara pandangnya diubah. Untuk itu CU percaya bahwa pendidikan akan mengubah anggotanya. Anggota akan berdaya dan lebih menghargai masa depan dengan mulai mempersiapkannya sendiri. Dimulai dari program pendidikan dasar yang memberikan nilai-nilai CU, pola kebijakan produk dan layanan serta bagaimana mengatur keuangannya sendiri sehingga anggota bisa menabung dan juga bertanggung jawab jika memiliki pinjaman. Menyadarkan anggota itu merupakan program berkelanjutan, sehingga di CU diberikan pelatihan-pelatihan lain seperti Literasi Keuangan, kewirausahaan, dll.

Walk the talk. Mekanisme CU seperti koperasi, semua anggota adalah pemilik lembaga dan kekuasaan tertinggi ada di rapat anggota. Semua anggota mempunyai kewajiban untuk saling mengingatkan jika ada anggota yang lalai dalam membayar kewajiban angsuran pinjaman. CU sangat mencerminkan semangat gotong-royong, saling menolong dan kemandirian. CU percaya bahwa yang bisa mengubah nasih manusia adalah dirinya sendiri. Untuk itu semboyan “membantu anggota untuk menolong dirinya sendiri” tidak menjadi retorika belaka tapi merupaka “walk the talk” dari semangat CU.

Digital Era. CU juga harus modern. Salah satu tokoh dalam pengembangan CU adalah Rm. Fredy Rante Taruk, Pr. percaya bahwa CU juga harus beradaptasi dengan perkembangan jaman terutama tantangan masyarakat urban (seperti di Jakarta) berbeda dengan masyarakat di daerah. CU harus mampu memberikan pelayanan yang profesional. Salah satu bentuk adaptasi terhadap perkembangan jaman adalah dibuatnya aplikasi Android untuk CU Pelita Sejahtera (CUPS). CUPS adalah CU yang dibentuk di wilayah Blok Q Jakarta Selatan. Aplikasi mobile ini memungkinkan anggota untuk mengecek informasi saldo pinjaman dan simpanannya serta mengetahui perkembangan CUPS. Selain itu anggota juga bisa melakukan simulasi pinjaman untuk mengetahui jumlah angsuran serta meliha daftar anggota yang mempunyai bisnis sehingga dapat dihubungi jika dibutuhkan.

Aplikasi CUPS Mobile ini bisa diunduh di Google Play.

google_play-290x100

 

Ingin Cepat Kaya

Siapa sih yang tidak ingin kaya? Hampir semua orang ingin kaya, punya uang banyak dan kalau bisa tidak usah kerja keras. Kalaupun harus berinvestasi maka harus cepat menghasilkan uang dengan cepat. Kalau menabung di bank bunganya kecil ditambah dipotong uang administrasi. Kemudian kalau investasi deposito lebih besar dibandingkan menabung tapi masih kecil juga bunganya. Investasi reksadana, belum dikenal luas, apalagi saham. Investasi langsung lewat usaha yang nyata, resikonya lebih besar dan juga kurang cepat hasilnya.

Secara hukum orang Indonesia mempunyai agama. Semua berusaha untuk mengikuti ajaran agamanya supaya hidupnya lebih terjamin dikemudian hari. Jadi agama itu termasuk investasi masa depan. Jika kita melihat pemuka agama (atau yang secara kasat mata sangat agamis), maka akan lebih percaya kepada orang tersebut karena memang kita adalah orang yang beragama.

Dua hal diatas sering dieksploitasi oleh oknum-oknum yang tahu persis kondisi orang-orang kita. Kisah berikut ini adalah kisah nyata, hanya namanya sudah disamarkan dan sebisa mungkin tidak menyinggung SARA.

Tersebutlah seseorang yang datang ke sebuah desa di wilayah kecamatan di lingkup sebuah kabupaten di daerah Lampung. Orang in terlihat sangat agamis dan sangat mudah bergaul. Dan orang ini mendirikan suatu koperasi simpan pinjam yang berdasarkan skema agama (jadi tidak ada konsep bunga). Supaya tidak menyudutkan sebut saja Koperasi Kredit (Kopdit) Mandini Raja (bukan nama sebenarnya). Kopdit ini kabarnya membeli Ruko dan membangun kantornya serta merekrut pegawai. Para pegawainya memakai dasi serta membawa laptop. Keren lah, Kopdit dimiliki orang yang sangat terlihat santun dan agamis serta memiliki kantor yang bagus dan karyawan yang keren-keren. Mereka menawarkan produk simpanan (penghimpunan dana) dengan skema yang sangat keren, yaitu jika menyimpan dana sebesar Rp. 5 juta akan mendapat hadiah langsung TV (produk dari Tiongkok) seharga 750 ribu serta dalam jangka waktu 3 bulan mendapatkan 150 ribu diakhir periode. Ditengah periode mendapatkan bonus bingkisan THR paket jika diuangkan bernilai 100 ribu. Totalnya memberikan 1 juta dalam 3 bulan untuk dana 5 juta (pengembalian 20% dalam 3 bulan). Luar biasa! Janji mereka terbukti bagi orang-orang angkatan awal yang menempatkan dana 5 juta. Semua mendapatkan hasil seperti janjinya. Dan ketika jatuh tempo, banyak yang ditwarkan untuk menempatkan kembali dengan menambah dananya. Karena mereka sudah membuktikan bisa memberikan hasil menggiurkan.

Semakin besar dana ditempatkan, semakin besar hasilnya. Menempatkan dana 50 juta dalam jangka waktu 1 tahun, akan mendapatkan  hadiah langsung 1 buah motor matik baru gres dari dealer. Akan lebih luar biasa kalau menempatkan dana 800 juta dalam waktu 2 tahun akan mendapatkan bonus awal penempatan 1 buah mobil Toyota Avanza gress dari dealer. Luar biasa!!! Entah berapa besar uang akan dijanjikan akan didapatkan jika akhir periode dari uang-uang tersebut jatuh tempo.

Yang lebih luar biasa lagi, ternyata para pegawai kopdit tersebut harus ikut menempatkan dana (sebagai saham?) sebesar 25 juta untuk bisa menjadi pegawainya. Dan mereka mendapatkan target untuk merekrut nasabah-nasabah baru. Sangat hebat pendirinya, mampu merekrut pegawai dalam jumlah relatif banyak.

Mereka ditengarai berhasil mengumpulkan dana milyaran rupiah. Ketika ditanya apakah mereka meminjamkan dana tersebut? Ternyata tidak! Kabarnya mereka menginvestasikan sendiri uang-uang itu melalui usaha si pemilik/pendiri. Kono kabarnya pendirinya memiliki usaha yang banyak di pulau Jawa. Bagi orang berpikiran normal, apakah hal itu mungkin? Bagi mereka yang menempatkan dananya, jawabnya mungkin! Bahkan ada yang percaya bahwa pendirinya memiliki usaha di luar negeri (rumor entah siapa yang menciptakan) bahkan simpanannya di bank Swiss (terkenal dengan private bank-nya) dan usahanya forex (entah siapa yang tahu).

Setelah 1 tahun berjalan mulailah wanprestasi seiring dengan berkurangnya nasabah baru yang ikut bergabung. Panik, rebut dan porak poranda impian para pemilik dana. Beberapa orang melaporkan ke Polsek setempat, yang akhirnya menangkap pemilik kopdit tersebut dan menahannya. Dan akhirnya diketahui bahwa pemilik juga pernah ditangkap oleh polisi di daerah jawa dengan kasus yang sama.

Jadi kalau kita lihat dari kasus ini, orang-orang yang dieksploitasi dan yang mengeksploitasi keserakahan masing-masing. Untuk itu kembalilah kepada yang disebut mantra dalam kehidupan ini “If it’s too good to be true then it’s too good to be true”.

(mulai menulis ini di bulan Juli, eh sudah ada kasus Dimas Kanjeng yang kurang lebih sama)

 

Dangdut Elektronika

Dangdut is the music of my country” -project pop

Realita yang tidak dapat dipungkiri, dangdut adalah pemersatu bangsa. Diacara kampanye, syukuran atau acara pengumpulan masa lainnya. Dangdut adalah pemersatunya, semua berbaur mau bergoyang.

Duo kreatif asal Jogja menamakan diri Libertaria, beranggotakan Kill The DJ dan Balance, merilis album baru mereka dengan aliran dangdut elektronika. Yang menarik adalah tema lagu-lagu yang diangkat sangat relevan dengan tren sekarang dari digital (ojek/taksi online, citra/image) sampai masalah sosial (politisi serta realita kemiskinan). Kreatif sekali mereka dan lirik yang dipilih tidak lah vulgar (seperti campursari) tapi lebih cenderung cerdas dan kekinian.

Yang menarik bagi saya adalah lagu D.N.A (Dangdut Nang jero Ati – dangdut didalam hati) sangat relevan dengan digital era sekarang ini.

Dulu minyak tanah, sekarang elpiji // Naik ojek taksi pakai aplikasi // Perubahan jaman tak bisa dihindari // Tapi musik Dangdut tak kan pernah terganti! …” D.N.A by Libertaria Music.

Kewer-Kewer
List lagu Libertaria Music

Silakan download secara gratis di libertaria.id

Hidup Dangdut!

Belajar dari MatahariMall.com

“Share what You have then You will have the new one” -NN

MatahariMall (MM) adalah ecommerce marketplace milik salah satu keluarga konglomerat di Indonesia, Lippo Group. MM menjadi begitu populer karena kecepatannya dalam membangun brand awarness serta platformnya. Berikut ini adalah beberapa rangkuman yang didapat dari sharing session CEO MM Hadi Wenas dari beberapa sesi seminar/konferensi.

Budaya Perusahaan. MM sangat percaya bahwa perusahaan startup harus memiliki budaya yang mendukung dalam bekerja. Semboyan yang mereka pilih adalah Bold, Fast and Fun. Bold adalah melakukan sesuatu “secara gila” atau think out of the box. Kreatif adalah energi startup, untuk dapat berlari kencang dibutuhkan energi yang cukup banyak. Fast adalah memutuskan sesuatu secara cepat dan mempunyai target deadline yang cepat. Meeting pagi, duedate Action item di siang. Selain itu auto approval dalam 1×24 jam jika tidak ada e-mail balasan yang menyatakan tidak setuju. Fun adalah darah startup untuk dapat terus hidup. Tantangan keras atas target market/produk menjadi menyenangkan jika darah Fun mengalir didalam tubuh pelakunya.

Ungkit dan sinergi. Jika sudah memiliki brand yang cukup berpengaruh maka pakailah untuk mengungkit brand yang baru. Waktu yang dibutuhkan kian cepat untuk mendapatkan brand awarness. MM meleverage brand Matahari yang mereka punyai dan cukup kuat. Sinergi juga harus dilakukan dilevel grassroot sehingga masing-masing kekuatan distribusi/supplier dapat dipakai untuk mendukung brand yang baru.

Dedicated and experienced team. Untuk dapat berlari kencang, tim yang berdedikasi serta berpengalaman akan mempercepat waktu belajar sehingga akan mempercepat bisnis untuk masuk ke pasar yang diinginkan. Dengan dedikasi tentunya akan membuat tim menjadi lebih solid untuk menjalankan budaya perusahaan demi keberhasilan bersama, untuk memberikan nilai pengembalian investasi yang cepat.

Terlepas dari itu, momentum dan ekosistem pendukungnya juga sedang mempunyai peranan penting dalam menumbuhkan bisnis yang secara fase siklus bisnis yang sedang berkembang.

Kreatif sekali (tapi salah?)

Proses kreatif terlahir karena adanya keinginan untuk mempertanyakan status quo. Seperti yang ditulis dalam buku Borrowing Brilliance, seorang kreatif harus menjadi kritikus dan skeptis terhadap sesuatu hal. Dari sikap skeptis itulah muncul ide-ide yang baru dan biasanya akan bertentangan dengan keadaan yang ada. Serta ditambah dengan kritik, satu ide akan berkembang karena banyak dilihat dan ditantang dari segala segi dari seorang kritikus. Lebih sering kreatif terjadi karena ada usaha pemecahan masalah. Kreatif itu tidak harus selalu baru, tetapi kombinasi dari ide-ide yang telah ada dan dikenal bisa melahirkan ide yang kreatif. Proses Amati, Tiru dan Modifikasi juga merupakan satu proses kreatif.

Going Digital. Dijaman digital seperti sekarang ini, banyak bisnis yang dilahirkan dari proses kreatif. Pada umumnya secara line of business tidak baru, tapi kombinasi media, cara, harga, pemasaran dan positioning menjadikan bisnis online menjadi kreatif. Banyak orang berbondong-bondong memasuki lahan baru. Jual-beli adalah satu kegiatan yang paling mudah dilakukan di dunia digital/online. Dari yang melakukan sendiri atau ikut dalam marketplace. Kemudahan dan investasi yang kecil telah membuat marketplace menjadi pilihan banyak pihak untuk memulai bisnis digital. Banyak persaingan menjadikan penyedia layanan marketplace fokus pada perekrutan merchant untuk menunjukkan bahwa mereka besar, dipercaya banyak pihak sehingga diharapkan menarik banyak pelanggan. Proses perekrutan merchant menjadi kurang detail dan lengkap, cukup memiliki nomor handphone dan e-mail saja cukup. Selama ada rekening bank untuk penyelesaian transaksi, tidak perlu tahu secara fisik merchant tersebut ada dimana.

Kartu Kredit. Salah satu metode pembayaran yang paling nyaman untuk bertransaksi online adalah kartu kredit. Mudah, cepat dan aman. Dengan adanya 3D secure (menggunakan OTP tambahan lewat SMS ketika transaksi online) membuat aman baik bagi penerbit kartu kredit, merchant dan juga nasabah. Ketika SMS sudah menjadi kebutuhan keamanan transaksi, ada satu lubang yaitu pembajakan SIM card. Perusahaan telekomunikasi masih belum ketat dan standard yang berbeda-beda. Ada yang cukup mudah berganti SIM terutama pra-bayar karena validasi data yang terkadang lemah.

Peluang dan kesempatan. Dua hal ini membuat orang-orang makin kreatif untuk membobol kartu kredit melalui online. Setelah gesek tunai (kegiatan belanja menggunakan kartu kredit tetapi mendapatkan tunai bukan barang) secara ketat dimonitor, para pelaku pindah ke media online melalui marketplace. Dengan mengeksploitasi kelemahan verifikasi merchant oleh penyedia marketplace, serta pembajakan SIM membuat transaksi gestun (gesek tunai) berpindah ke ranah online. Pemegang kartu dirugikan dari segi proses fraud yang dilakukan oleh sindikat fraudster dengan gestun online yang legitimate secara transaksi dengan 3D secure. Jadi para fraudster ini makin kreatif tapi di ranah yang salah. Para tim anti fraud penerbit kartu kredit akan sulit melacak pelaku karena memang ada celah sehingga mereka tidak terlacak karena tidak perlu memberikan alamat fisiknya. Proses kreatif itu universal, manusianya lah yang menentukan arah baik atau buruk hasil prosesnya.

Pilih jurusan apa?

Pernahkah kita mendapat pertanyaan “Lebih baik saya pilih jurusan apa nanti kuliah?” dari adik/saudara/teman yang akan masuk ke jenjang perguruan tinggi. Kalau saya ditanya, maka jawaban saya adalah sebagai berikut:

Pilih yang paling disukai. Mengapa saya menjawab begitu? Karena menurut pengalaman saya, kita kuliah itu untuk belajar bernalar dan juga memperluas wawasan. Kecuali kita memang ingin bekerja/berprofesi sama dengan ilmu yang didapat waktu kuliah seperti menjadi dokter (maka harus mengambil jurusan kedokteran), apoteker, atau yang lain. Kalau belum ada gambaran mau berprofesi seperti apa, lebih baik kuliah yang disukai supaya 1) lebih cepat lulus, 2) menikmati proses kuliahnya. Setelah bisa menikmati ilmunya tentu harus mencari ilmu yang lain dari kegiatan unit kemahasiswaan. Biasanya kalau sudah enjoy ilmunya, kuliahnya akan lebih cepat, sehingga hemat waktu 🙂

Network itu penting. Kemudian untuk memilih universitasnya, pastikan memiliki network yang luas dan juga ikatan alumni yang juga kuat. Hal ini diperlukan dikemudian hari ketika akan bekerja, bukan karena KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme) tetapi pada dasarnya orang akan lebih klik untuk bekerja dengan orang yang sudah dikenal. Untuk itu sebisa mungkin pilihlah tempat kuliah yang punya network yang kuat dan luas,

Itulah jawaban saya kalau ditanya “pilih jurusan yang mana?”