Bermatematika bersama Hendra Gunawan

Dosen saya dulu (Prof. Hendra Gunawan) yang sangat concern terhadap pendidikan matematika membuat blog mengenai matematika dengan gaya yang lebih populer sehingga lebih membumi. Silakan kunjungi blog yang menarik dengan membawa judul “Bermatematika bersama Hendra Gunawan” dengan alamat bermatematika.net

Memberi contoh. Mengapa beliau membuat blog tersebut? Ini merupakan jawaban kongkret atas keprihatinan beliau atas blog yang mengatasnamakan matematika yang ada sekarang ini tetapi isinya lebih banyak ke artikel “bimbel matematika”. Bravo Prof, terus menulis yang ringan-ringan ya hehehe.

Advertisements

Matematika bukan sekedar berhitung

Matematika memang identik dengan menghitung tetapi bukan sekedar berhitung. Apakah definisi matematika? Didalam artikel di livescience.com [1] disebutkan “Matematika adalah ilmu yang berhubungan dengan logika bentuk, kuantitas dan pengaturan. Matematika ada di sekitar kita, di segala sesuatu yang kita lakukan.” Jelas bahwa berhitung hanya satu bagian dari kegiatan bermatematika.

Cepat Berhitung = pintar matematika. Banyak yang beranggapan bahwa jika kita cepat berhitung maka dianggap pintar matematika. Tidak salah sih, hanya kurang tepat 🙂 Kalau kita mau lihat mata kuliah di jurusan matematika hanya sedikit yang berhitung (melakukan operasi matematika dengan menghasilkan angka), dulu sewaktu masih kuliah ada mata kuliah Analisis Data, Kalkulus, Aljabar Elementer, Metode Numerik yang banyak berhitung, selebihnya banyak analisis. Proses yang sering dilakukan adalah bagaimana memecahkan masalah dan membuktikannya supaya diterima oleh kaidah logika serta kaidah yang diakui kebenarannya. Kemampuan menganalisis suatu masalah serta memecahkannya melatih kita untuk dapat berpikir kreatif.

Berfikir Kreatif. Sebenarnya matematika mengajarkan untuk selalu kreatif dalam menyelesaikan masalah. Lebih sering masalah yang terlihat sederhana (sedikit fakta) dalam matematika akan sangat kompleks dan sulit dalam membuktikannya. Membuktikan suatu masalah dalam matematika jarang sekali linier, dari depan kebelakang, selesai terbukti. Terkadang harus dari belakang ke depan kemudian mencari jalan lain ditengahnya. Dengan analogi ataupun membuktikan bahwa yang masalah yang akan dibuktikan adalah salah (negasi). Jadi kalau mau kreatif, lebih sering memecahkan masalah matematika 🙂 Terutama untuk para programmer, menyukai matematika akan memberikan nilai tambah ketika melakukan bug fixing maupun troubleshooting suatu masalah.

referensi:

[1] http://www.livescience.com/38936-mathematics.html

 

Belajar dari MatahariMall.com

“Share what You have then You will have the new one” -NN

MatahariMall (MM) adalah ecommerce marketplace milik salah satu keluarga konglomerat di Indonesia, Lippo Group. MM menjadi begitu populer karena kecepatannya dalam membangun brand awarness serta platformnya. Berikut ini adalah beberapa rangkuman yang didapat dari sharing session CEO MM Hadi Wenas dari beberapa sesi seminar/konferensi.

Budaya Perusahaan. MM sangat percaya bahwa perusahaan startup harus memiliki budaya yang mendukung dalam bekerja. Semboyan yang mereka pilih adalah Bold, Fast and Fun. Bold adalah melakukan sesuatu “secara gila” atau think out of the box. Kreatif adalah energi startup, untuk dapat berlari kencang dibutuhkan energi yang cukup banyak. Fast adalah memutuskan sesuatu secara cepat dan mempunyai target deadline yang cepat. Meeting pagi, duedate Action item di siang. Selain itu auto approval dalam 1×24 jam jika tidak ada e-mail balasan yang menyatakan tidak setuju. Fun adalah darah startup untuk dapat terus hidup. Tantangan keras atas target market/produk menjadi menyenangkan jika darah Fun mengalir didalam tubuh pelakunya.

Ungkit dan sinergi. Jika sudah memiliki brand yang cukup berpengaruh maka pakailah untuk mengungkit brand yang baru. Waktu yang dibutuhkan kian cepat untuk mendapatkan brand awarness. MM meleverage brand Matahari yang mereka punyai dan cukup kuat. Sinergi juga harus dilakukan dilevel grassroot sehingga masing-masing kekuatan distribusi/supplier dapat dipakai untuk mendukung brand yang baru.

Dedicated and experienced team. Untuk dapat berlari kencang, tim yang berdedikasi serta berpengalaman akan mempercepat waktu belajar sehingga akan mempercepat bisnis untuk masuk ke pasar yang diinginkan. Dengan dedikasi tentunya akan membuat tim menjadi lebih solid untuk menjalankan budaya perusahaan demi keberhasilan bersama, untuk memberikan nilai pengembalian investasi yang cepat.

Terlepas dari itu, momentum dan ekosistem pendukungnya juga sedang mempunyai peranan penting dalam menumbuhkan bisnis yang secara fase siklus bisnis yang sedang berkembang.

Kreatif sekali (tapi salah?)

Proses kreatif terlahir karena adanya keinginan untuk mempertanyakan status quo. Seperti yang ditulis dalam buku Borrowing Brilliance, seorang kreatif harus menjadi kritikus dan skeptis terhadap sesuatu hal. Dari sikap skeptis itulah muncul ide-ide yang baru dan biasanya akan bertentangan dengan keadaan yang ada. Serta ditambah dengan kritik, satu ide akan berkembang karena banyak dilihat dan ditantang dari segala segi dari seorang kritikus. Lebih sering kreatif terjadi karena ada usaha pemecahan masalah. Kreatif itu tidak harus selalu baru, tetapi kombinasi dari ide-ide yang telah ada dan dikenal bisa melahirkan ide yang kreatif. Proses Amati, Tiru dan Modifikasi juga merupakan satu proses kreatif.

Going Digital. Dijaman digital seperti sekarang ini, banyak bisnis yang dilahirkan dari proses kreatif. Pada umumnya secara line of business tidak baru, tapi kombinasi media, cara, harga, pemasaran dan positioning menjadikan bisnis online menjadi kreatif. Banyak orang berbondong-bondong memasuki lahan baru. Jual-beli adalah satu kegiatan yang paling mudah dilakukan di dunia digital/online. Dari yang melakukan sendiri atau ikut dalam marketplace. Kemudahan dan investasi yang kecil telah membuat marketplace menjadi pilihan banyak pihak untuk memulai bisnis digital. Banyak persaingan menjadikan penyedia layanan marketplace fokus pada perekrutan merchant untuk menunjukkan bahwa mereka besar, dipercaya banyak pihak sehingga diharapkan menarik banyak pelanggan. Proses perekrutan merchant menjadi kurang detail dan lengkap, cukup memiliki nomor handphone dan e-mail saja cukup. Selama ada rekening bank untuk penyelesaian transaksi, tidak perlu tahu secara fisik merchant tersebut ada dimana.

Kartu Kredit. Salah satu metode pembayaran yang paling nyaman untuk bertransaksi online adalah kartu kredit. Mudah, cepat dan aman. Dengan adanya 3D secure (menggunakan OTP tambahan lewat SMS ketika transaksi online) membuat aman baik bagi penerbit kartu kredit, merchant dan juga nasabah. Ketika SMS sudah menjadi kebutuhan keamanan transaksi, ada satu lubang yaitu pembajakan SIM card. Perusahaan telekomunikasi masih belum ketat dan standard yang berbeda-beda. Ada yang cukup mudah berganti SIM terutama pra-bayar karena validasi data yang terkadang lemah.

Peluang dan kesempatan. Dua hal ini membuat orang-orang makin kreatif untuk membobol kartu kredit melalui online. Setelah gesek tunai (kegiatan belanja menggunakan kartu kredit tetapi mendapatkan tunai bukan barang) secara ketat dimonitor, para pelaku pindah ke media online melalui marketplace. Dengan mengeksploitasi kelemahan verifikasi merchant oleh penyedia marketplace, serta pembajakan SIM membuat transaksi gestun (gesek tunai) berpindah ke ranah online. Pemegang kartu dirugikan dari segi proses fraud yang dilakukan oleh sindikat fraudster dengan gestun online yang legitimate secara transaksi dengan 3D secure. Jadi para fraudster ini makin kreatif tapi di ranah yang salah. Para tim anti fraud penerbit kartu kredit akan sulit melacak pelaku karena memang ada celah sehingga mereka tidak terlacak karena tidak perlu memberikan alamat fisiknya. Proses kreatif itu universal, manusianya lah yang menentukan arah baik atau buruk hasil prosesnya.