Musik AI

Kreativitas tanpa batas?

Fenomena AI. Perkembangan AI sekarang ini cukup dahsyat, hampir semua lini sudah menggunakannya dari membuat tulisan, membuat tugas, layanan pelanggan, pengembang aplikasi, kendaraan self-driving sampai robot-robot hi-tech. Dengan adanya kemajuan dan kemampuan Generative AI (GenAI), seolah membuat kegiatan kreatif menjadi lebih cepat dan cukup variatif (terlihatnya).

Proses Kreatif menjadi cepat. Dengan GenAI, kita dapat melakukan hal yang cukup kreatif salah satunya dalam hal musik. Dalam hal ini kita melihat aransemen musik, bagaimana GenAI bisa membuat proses aransemen musik sangat cepat dan variatif. Kemampuan GenAI menggabungkan contoh aransemen musik ke suatu lagu yang ada, hasilnya cukup membuat orang sangat yakin bawah ini menjadi lebih bagus (awalnya). Terdengar sesuatu yang fresh/baru dari sebuah lagu yang kita kenal dengan memberikan banyak sentuhan aransemen baru dengan bantuan AI. Kemampuan vokal yang cukup bagus membuat musik buatan AI ini terasa sangat kreatif. Sangat betul bahwa proses kreatif itu menjadi sangat cepat dan singkat dari segi waktu.

YouTube adalah “tembok grafiti”. YouTube sekarang ini menjadi tempat orang melihat video dari macam-macam jenis dari podcast, lagu, live music dan macam-macam kegiatan ada di sini. Jadi ibarat YouTube adalah “tembok grafiti”, dimana semua orang menuangkan proses kreatifnya dan mem-publish untuk dinikmati banyak orang. Inilah yang dimanfaatkan para penggiat musik AI, mereka banyak melakukan aransemen lagu-lagu yang sudah dikenal dengan sentuhan baru dengan GenAI, sangat bagus dari sisi vokal dan aransemen yang cukup kreatif. Hal yang baru menjadi terealisasi dan dapat dinikmati orang lain melalui “tembok grafiti”. Ada hal yang cukup aneh musik AI ini, yaitu terlalu flat/kurang emosi dan seragam/monoton. Terlalu sempurna untuk suatu karya dengan vokal manusia.

Tidak sempurna, itulah “seninya”. Musik dengan vokal manusia akan memiliki karakter sendiri-sendiri tergantung jenis suara, artikulasi dan logat. Kemudian dari segi teknik vokal tidak seragam (tergantung skill masing-masing), serta ada naik turunnya. Inilah yang menjadi ciri khas dari semua lagu dan penyanyi. Begitulah musik yang diciptakan dan dilagukan oleh manusia. Ada rasa berbeda satu dengan yang lain, kadang tidak bisa dituliskan/dijelaskan tetapi bisa dirasakan oleh pendengarnya. Hal ini tidak ditemukan di musik AI, terlalu sempurna dan bagus sehingga akhirnya terasa monton, flat tidak ada perasaan/power. Sesuatu yang bagus itu karena variatif, tetapi musik AI itu ada polanya dan terlalu sempurna dari vokal dan terkadang artikulasi yang terlalu text book. Roh kreatif di musik menjadi hilang, ini yang terjadi sekarang dengan GenAI yang ada sekarang. Entahlah kalau nanti rasa itu bisa diciptakan oleh GenAI.

Manusia tetap hasil ciptaan yang “sempurna”. Jadi kembali ke hakikat manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna termasuk karya ciptaannya menjadi sangat sempurna dengan segala kekurangannya dan dinamikanya. Manusia tetap diatas ciptaannya sendiri.

Unknown's avatar

Author: albertushendro

Belajar bersyukur dan berlari di pagi hari :)

Leave a comment