“bagi pengendara sepeda motor di Jakarta, masih adakah konsep bergantian di jalan”
Ini murni pengamatan saya sebagai pengendara motor dan juga kebetulan menyetir mobil di jalan Jakarta. Kalau di jalan, apalagi kita memakai mobil dan jam dimana sendang banyak sepeda motor, ketika bertemu di perempatan jalan dan tidak ada lampu pengatur lalu lintasnya (baca: lampu merah), yang akan dirasakan oleh pengendara mobil adalah, tidak ada kata bergantian bagi motor kecuali kalah posisi.
Yang saya alami tersebut mungkin berbeda dengan yang dialami oleh para pengendara yang lain. Hal ini murni pengamatan saya di sekitaran Jakarta Selatan yang memiliki ruas jalan yang kebetulan banyak sepeda motor. Terlebih pada kondisi banyak kendaraan, di pagi hari, di perempatan, tidak ada lampu lalu lintas, tidak ada “Pak Ogah”. Itulah dimana kondisi begitu ada celah, motor akan melaju tidak peduli yang penting dirinya sendiri. Orang lain, terutama pengendara mobil, dianggap melihatnya dan maklum akan dia sendiri yang paling buru-buru dari semua yang ada di jalan.
Semoga semua yang membaca ini tidak mengalami dan kita tidak termasuk pada golongan yang tidak mengalah (di jalan).