Naturalisasi

Melihat perkembangan dunia sepak bola di Asia sekarang ini terutama Asia Tenggara sedang heboh dengan sanksi FIFA kepada FAM (Federasi Sepakbola Malaysia) yang ditemukan memalsukan dokumen asal usul dari pemain yang dinaturalisasi.

Berbagai komentar dari pecinta sepak bola di seluruh dunia berseliweran di media sosial. Bahkan dari negara yang dikenakan sanksi pun juga turut “menuduh” ada pihak lain yang melakukan ini. Menurut mereka, sebelumnya sudah tidak masalah (pemain naturalisasi ini), kenapa kemudian menjadi masalah.

Dari tujuh pemain yang dinaturalisasi ini, semuanya dikenakan sanksi juga dengan denda dan larangan bermain selama 12 bulan. Tentunya ini adalah bencana besar bagi dunia sepak bola sebagai bagian dari olah raga yang seharusnya menjunjung sportivitas tetapi melakukan pemalsuan dokumen.

Dunia Tak Terlihat

Sebagai seorang yang beragama tentu akan percaya kepada Tuhan yang dinyatakan dalam syahadat. Termasuk agama saya di mana memiliki dua versi syahadat yaitu Syahadat yang singkat dan Syahadat versi panjang.

Di dalam versi panjang, atau yang disebut Nicea-Konstantinopel, bagian awal disebutkan bahwa kita percaya akan satu Allah, Bapa yang maha kuasa pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan (Kol 1:16).

Jadi jelas di situ ada sesuatu yang tidak kelihatan yang tentunya mereka juga memiliki dunia sendiri. Mungkin di agama atau kepercayaan yang lain juga memiliki sesuatu yang tidak terlihat atau mungkin yang disebut gaib atau apa saja sebutan yang dipadankan.

Beberapa orang menyebutnya spirit atau roh, pada dasarnya kita hidup berdampingan dengan mereka dan mungkinkah interaksi dua dunia ini bisa dilakukan? Apakah dalam dunia tak terlihat itu seperti dunia kita pada umumnya atau karena sifat dasar manusia akan menilai sesuatu dari apa yang diketahuinya maka bisa jadi proyeksi kita terhadap dunia tak terlihat itu berdasarkan dunia kita, jadi sering orang mempersamakan kondisi di sana.

Bagaimana menurut Anda atau ada yang punya pengalaman dengan dunia tersebut?

Catur

Mengapa olah raga ini kurang populer di Indonesia, padahal banyak dijumpai di pos keamanan/tempat orang nongkrong, (biasanya) ada papan catur.

Mari kita lihat bagaimana India melahirkan juara dunia catur dan juga banyak yang bergelar Grand Master masih sangat muda dan cukup diperhitungkan di dunia percaturan.

Cina juga bisa melahirkan juara dunia catur, kemudian banyak juga pemain mudanya.

Kalau kita lihat potensi kita, seharusnya kita juga mampu menghasilkan juara dunia, dengan materi pemain dan bibit yang tak kalah dengan Cina, India, Amerika, dll.. mungkin satu yang diperlukan dukungan baik dari pihak swasta maupun pemerintah sehingga seperti halnya Badminton dimana posisi kita sangat diperhitungkan.

Semoga Catur akan menemukan dukungannya dalam waktu dekat.

Konsep Bergantian

“bagi pengendara sepeda motor di Jakarta, masih adakah konsep bergantian di jalan”

Ini murni pengamatan saya sebagai pengendara motor dan juga kebetulan menyetir mobil di jalan Jakarta. Kalau di jalan, apalagi kita memakai mobil dan jam dimana sendang banyak sepeda motor, ketika bertemu di perempatan jalan dan tidak ada lampu pengatur lalu lintasnya (baca: lampu merah), yang akan dirasakan oleh pengendara mobil adalah, tidak ada kata bergantian bagi motor kecuali kalah posisi.

Yang saya alami tersebut mungkin berbeda dengan yang dialami oleh para pengendara yang lain. Hal ini murni pengamatan saya di sekitaran Jakarta Selatan yang memiliki ruas jalan yang kebetulan banyak sepeda motor. Terlebih pada kondisi banyak kendaraan, di pagi hari, di perempatan, tidak ada lampu lalu lintas, tidak ada “Pak Ogah”. Itulah dimana kondisi begitu ada celah, motor akan melaju tidak peduli yang penting dirinya sendiri. Orang lain, terutama pengendara mobil, dianggap melihatnya dan maklum akan dia sendiri yang paling buru-buru dari semua yang ada di jalan.

Semoga semua yang membaca ini tidak mengalami dan kita tidak termasuk pada golongan yang tidak mengalah (di jalan).

Mengajarkan Nilai Kehidupan

“Belajar untuk hidup atau hidup untuk belajar”

Di zaman yang serba ingin cepat, serba persaingan dan juga ingin selalu terbaik, membuat kita lebih fokus kepada sesuatu yang mendukung untuk bisa lebih cepat, dapat bersaing dan menjadi yang terbaik. Orang lebih fokus kepada nilai daripada proses.

Melupakan bahwa proses yang baik dan terus dijaga menjadi baik akan menghasilkan nilai yang baik. Tetapi jika berfokus pada nilai sehingga akan dikejar hasil akhir yang sering melupakan proses. Orang menjadi lebih berpusat pada hasil, mengajar hasil, ingin selalu mendapat yang terbaik.

Orang hidup itu bisa saja naik dan turun, seperti kata pepatah “hidup itu seperti roda” maka dari itu marilah berfokus pada proses yang baik dan percaya akan hasil yang baik. Hasil yang baik tidak harus selalu terbaik. Terkadang kita mendapatkan yang tidak diharapkan tetapi itu tentunya menjadi hasil yang baik bagi kita, misal untuk belajar lagi atau akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik lagi nantinya.

Jadi belajarlah nilai-nilai kehidupan, bukan mengejar nilai-nilai mata pelajaran saja tetapi melupakan proses yang baik untuk menjadi baik. Lebih baik belajar membuang sampah pada tempatnya lebih dahulu daripada belajar berhitung.

Kemana Verboden & one-way

Sekarang ini sering dijumpai jalan satu arah (one-way) tetapi tetap diterobos menjadi 2 arah. Ini banyak dilakukan oleh maaf ya sepeda motor (fyi: saya juga pengendara sepeda motor). Tetapi saya paling gerah kalau ada jalan satu arah tetapi ada kendaraan dari arah berlawanan.

Demikian juga untuk Verboden (dilarang masuk), serperti tidak diindahkan, hanya pajangan. Tetap saja banyak kendaraan yang menerobos. Padahal kalau kita lihat ya, semua yang mempunyai SIM sudah pasti lolos tes mengenai rambu-rambu lalu lintas tetapi kenapa tetap saja tidak ditaati.

Jadi bagi ada yang membawa kendaraan dengan kelas lebih besar di jalan di negara tercinta ini, harus lebih berhati-hati termasuk jika melewati jalan one-way dan Verboden, tetap saja ada kemungkinan kendaraan yang melintas. Lebih baik waspada sendiri, daripada terjadi sesuatu maka kendaraan dengan kelas lebih besar akan mudah disalahkan. Ini hanya perasaan saya saja mungkin ya, tidak berlaku secara umum,

Integritas

“Ketika kita sudah punya kemampuan bukan berarti boleh melakukan apapun”

Sedang dibicarakan oleh banyak orang, ada satu pemimpin yang mampu mengumpulkan koalisi menjadi mayoritas sehingga seolah dia bisa melakukan apapun demi kemauannya. Dengan memiliki koalisi yang bisa diarahkan sehingga mungkin dia juga berpikir bisa melakukan apapun itu.

Ada sesuatu yang membatasi dalam tingkah laku kita dalam hidup bersama orang lain. Kesepakatan bersama bernama etika, adalah sesuatu yang tidak tertulis tetapi disepakati untuk kehidupan bersama yang lebih baik. Kemudian ada juga integritas yang membuat seseorang tetap berada di jalur yang benar baik dari sisi hukum maupun dari sisi etika tadi.

Jadi kebebasan dalam kehidupan bersama dibatasi oleh kebebasan orang lain juga. Artinya tetap menghormati sesama serta menjaga etika dengan pondasi integritas dari diri sendiri.

Tablet untuk bekerja?

Apakah tablet itu bisa digunakan untuk bekerja? Tergantung jenis pekerjaannya. Kalau developer tentunya akan sulit melakukan coding di table android. Jika pekerjaan kita lebih banyak menulis mungkin masih bisa. Bagi para ilustrator juga mungkin bisa menggunakan tablet android untuk membuat karyanya.

Apakah kita bisa menggunakan tablet ini untuk menjalankan tantangan berupa menulis satu artikel tiap hari?

Tulisan ini dibuat dengan menggunakan Tablet Advan Sketsa 3, ditambah keyboard bawaannya yang dilengkapi dengan stylus. Untuk kenyamanan saya tambahkan Bluetooth mouse untuk pergerakan kursor yang lebih nyaman. Trackpad di keyboard bawaannya ini sangat sensitif kalau kesenggol, membuat kursor pergi seperti random.

Tulisan sebelum ini (di hari yg sama) dibuat menggunakan iPad (ditambahkan keyboard dan mouse Bluetooth)

Menulis Cerita Anak

Membaca cerita anak, kita sering merasa bahwa membuatnya mudah. Tetapi pernahkah mencoba mengarang cerita anak?

Cerita anak itu temanya sederhana, terkadang jalan ceritanya juga sederhana. Tetapi dibalik semua itu ternyata rumit. Kalau tidak biasa maka akan merasakan sekali bahwa membuat cerita untuk anak, kita harus berpikir seperti mereka. Bercerita seperti mereka, sebagai orang yang sudah dewasa, terkadang kita merasa pasti bisa karena pernah mengalamai masa menjadi anak-anak.

Pengalaman pribadi saya ternyata ini tidak mudah, banyak sekali yang harus dipelajari terutama dibagian plot cerita. Menjadikan cerita itu sederhana adalah sesuatu yang iteratif. Kegiatan yang dilakukan berulang karena saya adalah newbie. Menyederhanakan cerita dari jumlah kata 2000an menjadi 600an kata dengan tema yang masih sama dan pesan yang ingin diungkapkan tidak berubah adalah sesuatu yang sulit awalnya. Dengan iterasi akhirnya kita tahu dan bisa.

Sebagai individu, kita harus mencoba sesuatu yang baru supaya kita terus belajar.

Sejarah Timnas U23

Di ajang Piala Asia U23 2024 ini kita melihat bagaimana proses tidak menghianati hasil Tim Nasional Indonesia mencetak sejarah masuk ke babak semifinal untuk pertama kali untuk U23.

Komposisi Tim yang bagus dan mental yang dahsyat membuat permainan yang luar biasa tidak seperti yang biasa kita lihat sebelumnya untuk Timnas kita.

Bagaimana permainan kelas Dunia ditampilkan sepanjang babak pertama & kedua serta perpanjangan waktu, tetap di Skor 2-2. Harus diakui bahwa permainan Korea sangat maksimal hanya dengan 10 orang, Timnas kita belum bisa menambah gol sampai menit ke 120.

Ujian mental yang sebenernya adalah ketika adu pinalti. Bagaimana kualitas kiper kita Ernando sudah sama dengan kiper kelas Dunia, mampu menjadi benteng pertahanan Timnas. Tentunya tidak lepas bagaimana Tim penendang pinalty yang bermental baja dapat menyelesaikan tugasnya hingga kita unggul 11-10 & lolos ke babak semi final.

Terimakasih Para Pemain Timnas & coach Sin Tae-Yong untuk proses pembentukan Timnas menjadi hebat.

Kita Bangga, Kita Indonesia!!