Arti nama. Secara harfiah, berikut adalah arti dari masing-masing kata tersebut:
- Reditus (Bahasa Latin): Berarti kembali, pemulangan, pendapatan, atau hasil.
- Wening (Bahasa Jawa): Berarti hening, jernih, tenang, atau bersih (sering dikaitkan dengan kedamaian pikiran atau hati yang bersih).
Jika kedua kata ini digabungkan secara filosofis, frasa ini bisa diartikan sebagai “kembali ke dalam keheningan”, “kembalinya kedamaian/kejernihan hati”, atau “memperoleh ketenangan kembali”.
Apa sebenarnya ini? Reditus Wening adalah nama proyek pribadi penggabungan doa dan nada oleh Albertus Hendro, penulis blog Coretan Hendro dan buku Titik yang Berulang: sebuah catatan keluarga (segera terbit).
Semuanya berangkat dari naskah buku tersebut, yang mencatat perjalanan sebuah keluarga menghadapi rangkaian kejanggalan yang lama mereka abaikan, sampai akhirnya belajar berdoa, mengampuni, dan memulai pemulihan dari diri sendiri. Ada kalanya, mereka meminjam lirik lagu-lagu rohani untuk menyuarakan apa yang belum sanggup diucapkan sendiri. Langkah ini adalah kelanjutan sederhana dari kebiasaan itu: doa mereka sendiri, kali ini dalam bentuk lagu.
Lirik ditulis oleh Albertus Hendro. Vokal dan aransemen dibuat dengan bantuan AI, karena penulis memilih menyerahkan suaranya kepada teknologi dan menyimpan bagiannya pada kata-kata.
Qui Cantat, Bis Orat.
“Qui cantat, bis orat” (often phrased as “qui bene cantat, bis orat“) is a Latin expression that translates to “he who sings, prays twice.“
referensi:https://en.wikipedia.org/wiki/He_who_sings,_prays_twice
