Jika Doaku Dinyanyikan Orang Lain, Apakah itu Masih Doaku?

Doa tidak selalu harus keluar dari mulut kita untuk tetap menjadi doa kita.

Doa kita, orang melantunkan. Ada saatnya kita punya doa sendiri. Kita menulisnya. Kita mengucapkannya. Bahkan mungkin kita tidak sanggup lagi mengatakannya dengan suara keras.

Lalu suatu hari, seseorang menyanyikan kata-kata yang persis seperti doa kita.

Pertanyaannya:

Apakah ketika orang lain menyanyikannya, doa itu menjadi doa orang tersebut? Tidak.

Doa itu tidak kehilangan pemiliknya hanya karena suara yang mengucapkannya adalah suara orang lain.

Seperti surat:  Isi surat tetap berasal dari orang yang menulisnya, meskipun orang lain membacakannya.

Doa itu ajaib. Kata-katanya mungkin keluar dari mulut orang lain, tetapi kerinduan yang melahirkannya tetap berasal dari hati kita. Orang yang menyanyikan doa kita sebenarnya sedang melakukan doa untuk kita. Ia tidak mengambil alih doa kita. Ia berdiri di samping doa kita.

Seolah berkata:

“Aku mungkin tidak mengalami persis apa yang kamu alami. Tetapi aku akan membawa kata-katamu bersamaku kepada Tuhan.”

Dan di situlah doa pribadi menjadi sesuatu yang lebih besar daripada pribadi.

Kita sering mengira doa adalah aktivitas yang sangat personal:

aku → Tuhan.

Tetapi dalam komunitas iman, kadang bentuknya berubah:

doaku + suaramu = doa kita.

Bukan karena doaku berubah menjadi milikmu. Tetapi karena kamu bersedia ikut membawa doaku.

Persekutuan dalam Doa. Doa tidak hanya merupakan hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga memiliki dimensi persekutuan. Kita mendoakan orang lain. Orang lain mendoakan kita. Gereja mendoakan kita. Bahkan ketika kita tidak mampu berdoa dengan kata-kata sendiri, kita tidak pernah benar-benar sendirian dalam doa.

Mungkin Tuhan tidak selalu meminta kita menemukan kata-kata yang sempurna untuk berdoa. Kadang Tuhan menghadirkan seseorang yang bersedia menyanyikan kata-kata kita.

Ketika doamu dinyanyikan orang lain, doamu tidak berpindah kepadanya. Ia hanya sedang membantu membawa doamu kepada Tuhan.

Unknown's avatar

Author: albertushendro

Belajar bersyukur dan berlari di pagi hari :)

Leave a comment