Jakarta masih butuh Credit Union?

Ketika semua sudah ada di sini (bank, bank digital, e-money, e-wallet, fintech, investasi, pinjaman), Credit Union untuk apa?

Jakarta punya semua. Bank ada di mana-mana. Bank digital semakin mudah diakses. Fintech menawarkan berbagai solusi. E-money & E-wallet membuat transaksi semakin praktis. Banyak promo yang bisa dipakai untuk transaksi, lebih murah banyak untungnya. Teknologinya sudah canggih, buka rekening sampai transaksi semua digital dan aman.

Credit Union itu apa? Credit Union (CU) secara sederhana adalah koperasi yang dimiliki, digunakan, dan dikembangkan oleh para anggotanya. CU bukan sekadar tempat orang menyimpan uang lalu meminjam uang. Kalau hanya itu, CU memang akan sulit menjelaskan relevansinya di Jakarta. Sebab bank sudah sangat mampu melakukan hal tersebut. Yang membuat CU menarik justru adalah gagasan di baliknya: anggota bukan sekadar pengguna layanan, tetapi pemilik komunitasnya.

CU dan Koperasi: Apa Bedanya? Secara kelembagaan, CU adalah koperasi. Jadi sebenarnya tidak tepat mengatakan CU dan koperasi sebagai dua hal yang sepenuhnya berbeda. CU adalah salah satu bentuk gerakan koperasi yang berfokus pada pelayanan keuangan kepada anggota. Tetapi dalam praktiknya, CU memiliki tradisi yang kuat dalam pendidikan anggota dan pemberdayaan ekonomi.

Jadi kalau koperasi kita bayangkan sebagai rumah besarnya, CU adalah salah satu ruang di dalam rumah itu yang secara khusus mengembangkan kehidupan keuangan anggotanya.

CU = Koperasi + Pendidikan + Pemberdayaan

Koperasi adalah lembaga yang dimiliki bersama oleh para anggotanya untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama

Pendidikan disini fokus pada pengembangan diri para anggota dengan memberikan berbagai bentuk pelatihan seperti pendidikan dasar (fokus pada pengelolaan dasar keuangan), pelatihan literasi keuangan (lebih jauh dalam mengelola keuangan dan tujuan keuangan) dan lain-lain disesuaikan dengan komunitasnya.

Pemberdayaan menekankan pada kemandirian anggota dan antar anggota untuk saling tolong menolong dengan semangat gotong royong.

Dan di sinilah saya melihat relevansinya untuk Jakarta. Orang di Jakarta sudah banyak sekali akses keuangan dan juga pilihan keuangan, jadi terkadang lupa pada capability. Ketika financial access sudah didapat dengan mudah financial capability berikutnya harusnya dikembangkan. CU dapat membantu anggotanya belajar memilih pintu mana yang perlu dibuka, kapan membukanya, dan apa yang harus dilakukan setelah masuk. Gunakan bank sebagai financial infrastructure dan CU untuk mengembangkan visi pribadi menuju kehidupan yang lebih baik melalui financial capability.

Jadi: Better You = Bank + CU + ❤️

Sebab CU pada akhirnya bukan tentang uang yang kita kumpulkan, tetapi manusia yang kita tumbuhkan.

Credit Union (CU) Mobile App

credit-union

Memberdayakan anggota untuk dapat menolong dirinya sendiri

Credit Union. Apa sih Credit Union? supaya lebih mudah, adalah sebuah koperasi (anggota yang berserikat dan berkumpul untuk mendapatkan manfaat bersama) dengan fokus pemberdayaan anggota untuk dapat menolong dirinya serta mengubah cara pandang atas kehidupan melalui pendidikan. Jadi kalau CU tidak memberikan banyak program pendidikan akan seperti koperasi pada umumnya yang akan cuma berorientasi pada simpan dan pinjam saja (uang semata).

Pemberdayaan Anggota. CU lebih fokus pada memberdayakan anggota dengan pendidikan. Orang akan berubah jika cara pandangnya diubah. Untuk itu CU percaya bahwa pendidikan akan mengubah anggotanya. Anggota akan berdaya dan lebih menghargai masa depan dengan mulai mempersiapkannya sendiri. Dimulai dari program pendidikan dasar yang memberikan nilai-nilai CU, pola kebijakan produk dan layanan serta bagaimana mengatur keuangannya sendiri sehingga anggota bisa menabung dan juga bertanggung jawab jika memiliki pinjaman. Menyadarkan anggota itu merupakan program berkelanjutan, sehingga di CU diberikan pelatihan-pelatihan lain seperti Literasi Keuangan, kewirausahaan, dll.

Walk the talk. Mekanisme CU seperti koperasi, semua anggota adalah pemilik lembaga dan kekuasaan tertinggi ada di rapat anggota. Semua anggota mempunyai kewajiban untuk saling mengingatkan jika ada anggota yang lalai dalam membayar kewajiban angsuran pinjaman. CU sangat mencerminkan semangat gotong-royong, saling menolong dan kemandirian. CU percaya bahwa yang bisa mengubah nasih manusia adalah dirinya sendiri. Untuk itu semboyan “membantu anggota untuk menolong dirinya sendiri” tidak menjadi retorika belaka tapi merupaka “walk the talk” dari semangat CU.

Digital Era. CU juga harus modern. Salah satu tokoh dalam pengembangan CU adalah Rm. Fredy Rante Taruk, Pr. percaya bahwa CU juga harus beradaptasi dengan perkembangan jaman terutama tantangan masyarakat urban (seperti di Jakarta) berbeda dengan masyarakat di daerah. CU harus mampu memberikan pelayanan yang profesional. Salah satu bentuk adaptasi terhadap perkembangan jaman adalah dibuatnya aplikasi Android untuk CU Pelita Sejahtera (CUPS). CUPS adalah CU yang dibentuk di wilayah Blok Q Jakarta Selatan. Aplikasi mobile ini memungkinkan anggota untuk mengecek informasi saldo pinjaman dan simpanannya serta mengetahui perkembangan CUPS. Selain itu anggota juga bisa melakukan simulasi pinjaman untuk mengetahui jumlah angsuran serta meliha daftar anggota yang mempunyai bisnis sehingga dapat dihubungi jika dibutuhkan.

Aplikasi CUPS Mobile ini bisa diunduh di Google Play.

google_play-290x100