Penipuan berawal dari mesin pencari
Tempat bertanya semua orang. Di zaman ini, hampir semua orang pengguna internet, menggunakan mesin pencari untuk mencari informasi apa saja termasuk nomor telepon atau informasi terkait pelayanan pelanggan, Karena sangat mudah untuk mencari informasi apapun, dan sepanjang pengetahuan kita, informasi yang ditampilkan itu benar adanya. Ini yang membuat asumsi orang bahwa hasil pencarian dari mesin pencari itu menghasilkan data yang “selalu benar”.
Penipu mengeksploitasi kepercayaan. Inilah sumber masalah, di mana semua orang sudah percaya pada informasi yang didapat dari mesin pencari. Tidak ada lagi cek dan re-cek karena informasinya sudah benar dari pengalamannya. Tahukah kita bahwa setiap orang itu bisa memasang informasi bisnis (lokasi bisnis dan informasi kontaknya) tanpa ada bukti bahwa dia adalah pemilik entitas tersebut? Ini yang terjadi di platform mesin pencari itu di mana semua orang bisa melakukan menambahkan informasi tempat usaha/bisnis dan nomor kontaknya, dan ini sumber petaka, karena orang jahat melakukan itu untuk mengelabui yang menggunakan informasi kontak tersebut. Ada bermacam modus yang dilakukan tetapi intinya satu yaitu MENIPU.
Modus yang terjadi. Berikut ini adalah modus yang terjadi dari alur penipuan dengan memberikan informasi palsu nomor layanan pelanggan:
- Memasang Nomor Palsu Layanan Pelanggan di Mesin Pencari
- Orang yang memakai nomor tersebut akan diperdaya dengan seolah-seolah membantu, padahal berusaha menipu.
- Karena korban yang menggunakan nomor tersebut sudah percaya (premis awal bahwa informasi dari mesin pencari selalu benar), jadi mengikuti apa yang diminta.
- Di tahap ini penipuan terjadi antara lain meminta transfer, mendapatkan informasi pribadi (PIN, etc) yang akhirnya merugikan korban.
Menggunakan Momentum/Tren. Para penipu ini menggunakan tren/momentum yang ada di jagat maya. Mereka akan membuat informasi palsu dari segala jenis usaha. Jadi siapa yang harus waspada? Kita sebagai pengguna informasi tetap mawas diri dan lakukan cek dan re-cek terutama jika terkait aktivitas yang diminta apalagi jika diminta uang/transfer atau menyebutkan data pribadi. Berhati-hati itu lebih baik dari pada menyesal.