Meredam Dendam

Mengapa dendam menciptakan reaksi berantai, dan mengapa pengampunan sering menjadi satu-satunya cara menghentikannya.

Hukum III Newton

Bunyi dan Rumus Hukum III Newton

  • Bunyi Hukum: Jika suatu benda memberikan gaya (aksi) pada benda lain, maka benda yang terkena gaya tersebut akan memberikan gaya (reaksi) pada benda pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan.
  • Rumus Matematis:

𝐅aksi=−𝐅reaksi


Tanda negatif  menunjukkan bahwa arah gaya reaksi berlawanan dengan arah gaya aksi. 

Bagaimana menghentikan aksi tadi? Tentunya akan memerlukan energi yang besar dengan meredam reaksi atas aksi yang terjadi.

Prinsip ditemukan dalam konteks lokal. Dalam konteks lokal, ada semacam prinsip Hukum Gigi Ganti Gigi (G3), dan inilah awal dari konsep dendam muncul.

Kalau kita lihat proses dendam.

Pengulangan inilah yang menjadikan Aksi dan Reaksi ini terus terjadi. Semakin besar aksi yang dilakukan, reaksi yang terjadi akan sama dengan merespon berlawanan arah terhadap aksi tersebut. 

Mengapa ada konsep pengampunan? Untuk meredam dendam

Dengan Maaf inilah aksi akan meredam reaksi, dan memang memerlukan energi yang sangat besar dan tentunya kelapangan hati. Hati yang luas itulah energi yang membentuk energi maaf.

Mudah tapi susah. Setiap manusia unik untuk itu bisa memilih sendiri bagaimana pengampunan dilakukan. Memaafkan tapi tidak melupakan itulah yang alamiah dilakukan oleh kita. Dendam membuat luka berpindah tangan. Pengampunan membuat luka berhenti di satu tempat.

Dan sering kali, dunia berubah bukan karena seseorang membalas dengan lebih keras, melainkan karena seseorang memilih untuk menghentikannya.

Unknown's avatar

Author: albertushendro

Belajar bersyukur dan berlari di pagi hari :)

Leave a comment