Jangan Takut Menjadi Outlier

Outliers itu istimewa, kita harus memperlakukan secara khusus.

Berbeda tidak berarti harus sendirian.

Data Pencilan. Dalam statistik, ada istilah outlier: sebuah data yang posisinya jauh dari sebagian besar data lainnya.

Kadang hidup membuat kita merasa seperti itu. Merasa berbeda. Merasa tidak sama. Merasa tidak ada yang benar-benar mengerti. Akhirnya kita melihat diri sendiri sebagai satu titik yang terpisah dari semuanya.

Setiap orang adalah unik.

Ada data & distribusi. Tetapi statistik mengajarkan kita untuk tidak hanya melihat satu titik. Lihatlah distribusinya. Lihat juga titik-titik di sekitarnya.

Bukan untuk membandingkan siapa yang lebih tinggi atau lebih rendah, lebih berhasil atau lebih gagal. Tetapi untuk menyadari: kita tidak hidup sendirian.

Ada kalanya kita membutuhkan orang lain bukan untuk menjadi seperti mereka, tetapi untuk menjadi lebih kuat sebagai diri sendiri.

Nilai yang berbeda. Persekutuan bukan berarti semua orang harus memiliki nilai yang sama. Justru keindahannya ada pada titik-titik yang berbeda, yang ketika dilihat bersama membentuk sebuah gambaran yang lebih utuh.

Persekutuan dalam Iman. Dalam kehidupan iman pun demikian.Kita berdoa sendiri, tetapi kita juga membutuhkan komunitas yang berdoa bersama. Kita punya pergumulan sendiri, tetapi kita tidak harus memikul semuanya sendirian. Mungkin kita memang sebuah titik yang berbeda. Tetapi berbeda tidak berarti pencilan/outliers.

Kadang kita hanya perlu melihat ke sekeliling untuk menyadari bahwa kita tidak sendirian.

Dan mungkin, persekutuan bukan tentang membuat semua titik menjadi sama.

Persekutuan adalah ketika titik-titik yang berbeda saling menguatkan, sehingga tidak ada yang merasa harus berdiri sendirian.

Unknown's avatar

Author: albertushendro

Belajar bersyukur dan berlari di pagi hari :)

Leave a Reply