AI tidak menggantikan Manusia

AI can’t replace human for now.

AI tidak berinovasi

Perkembangan yang sangat pesat. AI sekarang ini menjadi jargon yang digemakan hampir semua orang di jagat maya serta dalam percakapan sehari-hari. Kalau dulu kita selalu mengutip hasil pencarian mesin pencari, sekarang ini banyak yang mengutip hasil AI. Provider AI banyak dan punya ciri masing-masing serta penggunanya.

Kemampuan yang mumpuni. Banyak orang yang terkesan dengan hasil kerja AI sekarang ini yang dibantu oleh perkembangan backend yang sangat besar (computing power, data center dan Super computer), hasil yang cepat menjawab masalah yang diberikan, menghasilkan content digital yang terlihat beragam dan bagus. Ini yang membuat orang berpikir bahwa manusia bisa diganti oleh AI ini, terutama yang berhubungan dengan konten digital tadi. Betul kalau hanya dari sisi bahwa hasil konten yang dihasilkan oleh manusia terlihat lama secara proses dan hasilnya terlihat kurang canggih/terlihat canggih. Berbeda seperti hasil AI yang terlihat canggih, bagus serta cepat. Jadi premis bahwa dia menggantikan manusia untuk menghasilkan konten, seperti masuk akal bahwa hal tersebut sangat bisa.

Cara AI bekerja. AI yang dirujuk di sini adalah Generative AI di mana dia menghasilkan banyak konten baru. AI ini bekerja berdasarkan model yang dia pakai untuk berpikir dan menghasilkan kontennya. Karena model yang dipakai itu memerlukan data (yang besar), tentunya hasil dari Model itu bergantung pada data tersebut juga. Data-data yang dipakai itu tentunya hasil kerja manusia (asumsi saya ya, karena awalnya belum ada generative AI yang membuat konten). Kemudian kalau kita lihat bagaimana AI ini bekerja, dia tidak memikirkan hasilnya secara utuh, hanya menggunakan probabilitas dari model yang dia punya. Kemudian menggunakan probabilitas terbesar yang akan dijadikan hasil pemikirannya. Jadi AI itu akan menggunakan model yang dia punya untuk menentukan jawabannya. Sementara Model itu akan memiliki kelemahan (secara desain) atas data-data yang dia pakai untuk belajar. Kalau dia belajar dari data yang mengandung kesalahan, ada kemungkinan hasilnya membawa kesalahan tersebut. AI itu tidak berinovasi, tapi menggabungkan data yang dia punya berdasarkan probabilitas.

AI itu tool. AI tidak bisa berdiri sendiri kalau tidak ada manusia yang menggunakan atau menciptakan termasuk memberikan model untuk dia. Jadi sebagai alat dia memang bisa digunakan oleh manusia untuk menggantikan aktivitas manusia yang bisa digantikan oleh alat tersebut. Misal apakah mencangkul/mengolah tanah bisa digantikan oleh alat? Bisa yaitu oleh traktor atau bajak, Tetapi alat tersebut dapat berjalan kalau ada manusia yang mengoperasikan dan menentukan tanah mana yang akan diolah. Demikian juga dengan AI, jadi untuk sekarang ini AI tidak akan menggantikan manusia termasuk menggantikan programmer. Dia sekarang ini menjadi tool yang mempercepat pekerjaan. Kalau ada ekses di mana ada efisiensi manusia yang bekerja, itu ekses karena ada alat yang bisa membuat efisien tetapi manusianya sendiri belum bisa digantikan.