AI (Artificial Intelligent) itu adalah tool yang dibuat oleh manusia dengan tujuan mempercepat pekerjaan manusia. Jadi sebagai tool selayaknya menjadikan manusia sebagai aktor utama atas pekerjaan yang dilakukan oleh AI tersebut.
Sekarang ini, dengan perkembangan teknologi komputasi yang sangat cepat dan mumpuni membuat AI berkembang sangat cepat dan eksponensial dengan kemampuan yang jika dibandingkan dengan kemampuan manusai seperti bisa mengalahkan penciptanya. Para pakar memprediksi dengan perkembangan model AI dengan teknologi komputasi seperti sekarang ini, tidak mustahil dalam 2027-2030 (prediksi Sam Altman dan Elon Musk) dapat mengalahkan kemampuan manusia. Bahkan ada profesor yaitu Yoshua Bengio (sebagai God Father of AI) dan Max Tegmark (dari MIT) mengusulkan “Pause Giant Experiement“
Dari sejarah ciptaan manusia itu selayaknya untuk membuat kesejahteraan manusia, akan tetapi namanya manusia ada saja yang bisa menggunakan cipataan manusia lain untuk sesuatu yang negatif (seperti pencipta dinamit yang merasa bersalah digunakan untuk berperang). Demikian juga AI, namanya ciptaan manuasia bisa jadi disalahgunakan oleh para oknum untuk mencapai tujuannya dengan konotasi negatif.
Jadi AI itu bisa menjadi kawan dan juga lawan tergantung pada siapa yang menggunakan serta niat yang menggunakannya. Percayalah, manusia tetap lebih tinggi kemampuannya dibandingkan alat ciptaannya.