Kita Hanya Lihat yang Terlihat

Yang terlihat adalah hasil, yang tidak terlihat adalah perjalanan.

Snapshot. Di era media sosial, kita terbiasa melihat apa yang ingin ditampilkan orang lain. Foto terbaik, pencapaian terbaru, perjalanan yang menyenangkan, dan kesuksesan yang sedap dipandang mata. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya: bagaimana semua itu terjadi?

Dalam sebuah film, setelah cerita berakhir, terkadang kita disuguhi behind the scenes. Kita melihat potongan adegan yang lucu, kesalahan saat pengambilan gambar, hingga rumitnya proses produksi. Dari sana kita sadar, film yang tampak utuh di layar sesungguhnya dibangun dari begitu banyak proses yang tidak terlihat.

Hidup pun demikian.

Yang tak Terlihat. Kita melihat seseorang berhasil, tetapi tidak selalu tahu bagaimana ia memulai, bertahan, berubah, dan bangkit ketika gagal. Kita melihat hasil akhirnya, tetapi tidak menyaksikan seluruh proses yang membentuknya.

Bisa jadi ada pengorbanan, keraguan, kekecewaan, atau perjuangan panjang yang tidak pernah diceritakan. Bukan karena semuanya harus diumbar, melainkan karena ada bagian kehidupan yang memang cukup disimpan oleh pemiliknya.

Fenomena Gunung Es. Karena itu, jangan terburu-buru menganggap kesuksesan orang lain mudah ditiru. Apa yang terlihat sederhana dari luar bisa jadi sangat kompleks ketika dijalani. Kita melihat hasil yang sudah dirangkai, bukan seluruh potongan yang harus dikumpulkan untuk menghasilkan cerita tersebut.

Belajar dari keberhasilan orang lain tentu baik. Namun, menyalin hasil tanpa memahami prosesnya bisa membuat kita salah membaca perjalanan.

Kita tidak harus mengetahui seluruh cerita seseorang untuk menghargai pencapaiannya. Kita juga tidak perlu membandingkan perjalanan kita dengan potongan terbaik kehidupan orang lain.

Sebab, yang terlihat hanya sebagian cerita. Jangan menilai seluruh perjalanan dari satu bingkai yang kebetulan kita lihat.

Unknown's avatar

Author: albertushendro

Belajar bersyukur dan berlari di pagi hari :)

Leave a Reply