Singgah untuk Minum

Ada perjalanan yang tidak bisa kita hindari. Perjalanan menuju pulang.

Semua ada akhirnya. Dalam siklus kehidupan manusia, ada satu hal yang pasti: setiap orang pada waktunya akan menyelesaikan tugasnya di dunia ini. Kita datang dari-Nya, menjalani kehidupan dengan segala cerita, lalu suatu saat kembali kepada-Nya.

Orang Jawa punya ungkapan yang sederhana tetapi dalam:

urip mung mampir ngombe. (Hidup itu hanya singgah untuk minum.)

Kita sering terlalu sibuk dengan urusan tempat persinggahan. Mengumpulkan banyak hal, mengejar berbagai pencapaian, membangun nama, dan memastikan semuanya berjalan sesuai keinginan. Padahal, dunia ini bukan tujuan akhir. Kita hanya sedang dalam perjalanan.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan selama singgah?

Mungkin jawabannya bukan sekadar memperpanjang daftar pencapaian, melainkan mempersiapkan bekal untuk perjalanan pulang. Kebaikan yang kita lakukan, kasih yang kita bagikan, pengampunan yang kita berikan, dan iman yang kita pelihara. Itulah hal-hal yang membuat persinggahan kita berarti.

Mengenang Arwah Orang Beriman. Dalam tradisi Gereja Katolik, tanggal 2 November diperingati sebagai Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Sebuah kesempatan untuk mendoakan mereka yang telah mendahului kita. Mengingat kembali kehidupan mereka, mengenang kebaikannya, dan menyerahkan perjalanan mereka ke dalam kerahiman Allah.

Bagi mereka yang telah menyelesaikan perjalanan di dunia, kita panjatkan doa. Bagi kita yang masih diberi waktu untuk singgah, mari gunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya.

Sebab pada akhirnya, bukan berapa lama kita singgah yang paling penting, melainkan apa yang kita bawa ketika waktunya pulang.

Mengenang dan mendoakan Bapak kami: Andreas Sapari (+) dan FX Teguh Santosa (+).

Unknown's avatar

Author: albertushendro

Belajar bersyukur dan berlari di pagi hari :)

Leave a Reply