Kita tidak Berjalan di Timeline yang Sama

Apakah kehidupan bisa kita lihat dari Teori Relativitas? Sering sekali kita melakukan perbandingan dengan orang lain.

Perjalanan tidak bisa dibandingkan hanya dari titik akhirnya. Lihat proses dan perjuangan yang menyertainya.

Mulai dari titik yang sama. Bayangkan ada dua orang kita sebut A dan B:

  • lulus pada tahun yang sama,
  • masuk perusahaan yang sama,
  • jabatan awal sama,
  • kemampuan relatif sama,
  • bekerja keras sama-sama.

Kalau kita melihatnya dari satu foto, seolah-olah mereka berada di start yang sama.

Hidup bukan foto. Kehidupan adalah lintasan dalam ruang-waktu. Kalau kita lihat yg tadi: A kemudian mendapat kesempatan tertentu. B menghadapi situasi berbeda. A berpindah tempat. B tetap di tempatnya. A bertemu seseorang. B mengambil keputusan lain. Sedikit demi sedikit, lintasan mereka mulai berbeda. Dan beberapa tahun kemudian: A berada di titik X. B berada di titik Y.

Lalu kita bertanya: “Mengapa hasil mereka berbeda, padahal mereka memulai dari tempat yang sama?”. Sadar atau tidak, walaupun mereka memulai dari titik yang sama, tetapi menjalani lintasan yang berbeda.

Ada Teori Relativitas. Dalam relativitas, kita berbicara tentang worldline dimana lintasan suatu objek berada dalam ruang-waktu.

Bayangkan grafik:

sumbu vertikal = waktu
sumbu horizontal = posisi

A dan B mulai dari titik yang sama. Lalu garis mereka bercabang.

Bukan karena salah satunya “lebih baik”. Tetapi karena lintasannya berbeda.

Kita sering melihat kehidupan orang lain dari satu titik pengamatan:

“Dia sudah menjadi manager.”
“Dia sudah punya bisnis.”
“Anaknya sudah lulus.”
“Dia sudah sampai di sana.”

Perbandingan jadi kompleks. Lalu kita membandingkannya dengan posisi kita sekarang. Padahal kita tidak melihat seluruh lintasannya. Kita melihat satu titik pada worldline orang lain, sementara kita sedang mengalami worldline kita sendiri.

Maka perbandingan itu sebenarnya tidak sederhana. Kita sedang membandingkan:

dua lintasan yang berbeda,
pada kondisi pengamatan yang berbeda,
dengan sejarah yang berbeda.

Kita sering iri pada titik yang sedang dicapai orang lain, tanpa pernah melihat lintasan yang membawanya ke sana.